Mudahnya Membuat Paspor di Kanim Depok


Kira-kira beberapa hari yang lalu saya menerima paspor yang akhirnya selesai dibuat setelah berhari-hari sebelumnya saya coba urus di kantor imigrasi Depok. Sebenarnya alasan saya membuat paspor adalah sebagai syarat untuk pengajuan program beasiswa, yang belum tentu pasti diterima. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi gak ada salahnya dibuat juga karena mungkin di masa depan saya membutuhkan benda ini. Terlebih kampus sedang libur, jadi lebih mudah kalau harus bolak-balik ke kantor imigrasinya.

Awalnya saya malas sekali untuk mengurus pembuatan paspor ini karena sudah terbayang-bayang dengan suasana birokrasi yang rumit dan biasanya membuat muak. Tapi setelah cari-cari informasi di internet, ternyata sudah banyak dilakukan pengembangan sistem sehingga memudahkan kita dalam mengurusnya. Nah, dalam kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam mengurus pembuatan paspor di kantor imigrasi Depok, yang menurut saya cukup nyaman dan melebih ekspetasi saya.

15 Januari 2013
Sebenarnya ada dua cara pembuatan paspor, yakni sistem online dan manual. Saya kemudian memilih metode online yang dapat diakses lewat situs imigrasi ini karena kelihatannya lebih mudah dan cepat pengurusannya. Untuk memulai, Klik gambar Layanan Paspor Online.

Nah, di situs itu nanti kita akan diminta untuk mengisi beberapa kolom isian mengenai biodata. Di halaman awal, saya klik pra permohonan proposal dan kemudian memilih permohonan paspos baru yang biasa dengan jenis paspor 48 halaman. Kemudian barulah mengisi kolom mengenai keterangan diri.

Untuk kolom isian upload dokumen, ada 3 dokumen wajib yang mesti diunggah (di-scan terlebih dahulu tentunya). Yakni :

1. Akta kelahiran/ijazah.
2. KTP (bolak balik)
3. Kartu keluarga (KK)

Setelah itu saya masuk ke kolom isian kantor mana yang akan saya datangi untuk mengurus berkas-berkas tersebut. Saya memilih kantor imigrasi (Kanim) Depok karena belakangan kebetulan saya lebih sering di kosan saya di Depok. Kemudian saya memilih tanggal kedatangan saya ke Kanim tersebut (16 januari 2013). Setelah selesai jangan lupa cetak kwitansi yang menunjukkan jadwal kedatangan kita ke Kanim yang bersangkutan.

Oh ya, untuk pengurusan ini katanya sudah online, sehingga meskipun anda tidak memiliki KTP Depok, anda tetap bisa mengurus paspornya di Kanim Depok. Begitu juga di daerah-daerah lainnya. Tentu saja ini lebih menghemat waktu dan tenaga, terutama bagi teman-teman yang hidup di perantauan. Nah, untuk langkah ini sudah selesai. Selanjutnya tinggal datang ke Kanim sesuai dengan jadwal yang sudah saya tetapkan.

Biaya : -

16 Januari 2013
Sebelum datang ke Kanim, persiapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen berikut ini untuk dibawa :

1. Akta kelahiran/ijazah asli + fotocopy.
2. KTP (bolak balik) asli + fotocopy di kertas A4 *jangan dipotong.
3. Kartu keluarga (KK) + fotocopy
4. Print jadwal kedatangan
5. Kartu mahasiswa + fotocopy di kertas A4 *jangan dipotong.

Kanim Depok terletak di kompleks Grand Depok City (GDC). Dari jalan Margonda lurus saja ke arah Citayam/Bogor. Saya kurang tahu rutenya kalau naik angkot, soalnya kemarin saya naik motor. Intinya, kalau sudah di GDC lurus ikuti jalan besar sampai ketemu kantor pemadam kebakaran Depok. Dari sana sudah dekat kok. Saya waktu itu datang jam 9 lewat dan kantornya ternyata sudah penuh. Saran saya kalau anda ingin mengurus paspor di Kanim Depok, datanglah sekitar jam 7 pagi untuk mengambil nomor antrian sehingga anda bisa dilayani lebih awal. Jam buka kantor sendiri adalah jam 08.00-17.00 WIB. Tiap loket dibatasi hanya sampai dengan 100 nomor antrian dan jam 11.00 WIB pengambilan nomor antrian biasanya sudah ditutup.

Setelah sampai di sana saya langsung ke koperasi untuk membeli map, formulir isian dan materai. Kemudian saya ke loket informasi untuk menukar print jadwal kedatangan saya dengan nomor antrian.  Sembari dipanggil, saya mengisi formulir (isinya sama dengan pada saat kita daftar online). Nah, untuk yang online dan melalui biro jasa (alias calo) akan dilayani di loket 3. Sedangkan loket 1 dan 2 untuk yang mendaftar secara manual. Mengenai pendaftaran online ini tampaknya banyak yang belum tahu karena antrian lebih cepat berjalan daripada di kedua loket lainnya.

Jam 09.15 WIB saya mulai mengantri, sekitar jam 10.00 WIB saya dipanggil ke loket. Di loket ini berkas-berkas akan dicek, jadi persiapkan formulir, dokumen dan jangan lupa fotokopiannya. Setelah selesai kita akan dikasih kwitansi untuk datang keesokan harinya untuk sesi pembayaran, foto dan wawancara. Oh ya, saya sempat mengobrol sama seorang calo dan katanya kalau lewat pendaftaran manual kita disuruh datangnya 3 hari kemudian. Karena itu lebih enak dan cepat lewat online kan? Setelah itu saya pulang dan mempersiapkan keperluan untuk esok harinya.

Biaya
Parkir : Rp 1.000
Map, formulir dan materai : Rp 12.000
Total Rp. 13.000

17 Januari 2013
Sebelum berangkat ke Kanim, jangan lupa untuk berpakaian rapih. Disarankan memakai kemeja warna apa saja tetapi polos. Jangan lupa siapkan uang sekitar Rp 255.000 untuk membayar biaya pembuatan paspor. Siapkan pula kwitansi yang sebelumnya dikasih di loket. Sampai di sana langsung saja ke petugas nomor antrian untuk menukar kwitansi dengan nomor antrian untuk pembayaran, foto dan wawancara.

Saya datang pukul 10.30 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB saya dipanggil ke loket 5 untuk membayar biaya pembuatan paspornya. Kemudian mengantri lagi untuk sesi foto dan wawancara. Setelah terpotong satu jam (12-13.00 WIB) karena petugasnya istirahat, saya akhirnya dipanggil sekitar pukul 14.00 WIB untuk sesi foto, sidik jari dan wawancara di loket 7. Untuk sesi wawancara hanya ditanyakan tentang nama, tanggal lahir, alamat, tujuan pembuatan, negara mana yang akan dikunjungi, dan lain-lain. Teliti di sini, terutama soal nama. Setelah selesai kita akan dikasih kwitansi lagi untuk pengambilan paspornya terhitung 4 hari kerja setelah sesi wawancara.

Biaya
Parkir : Rp 1.000
Paspor : Rp 255.000
Total : Rp 256.000

23 Januari 2013
Setelah menunggu 4 hari kerja, akhirnya saya kembali ke Kanim untuk mengambil paspor. Pakai saja pakaian yang santai karena kita tinggal mengambil saja. Jangan lupa kwitansinya dibawa dan ditancapkan di kawat yang ada di loket pengambilan paspor (di samping loket 3). Untuk jadwal pengambilan sendiri dimulai dari pukul 13.00-17.00 WIB. Untuk mengantrinya pun saya tidak perlu terlalu lama menunggu.

Akhirnya nama saya dipanggil dan diterimalah paspor yang sudah saya urus selama beberapa hari tersebut. Saya cek semuanya, terutama nama saya yang kadang suka salah ditulis (yang awalnya Rahadian, menjadi Rahardian). Untung tidak ada kesalahan. Tapi ada anehnya juga. Padahal saya baca di internet katanya kita disuruh untuk fotocopy paspor dan diserahkan ke petugasnya kembali untuk pengarsipan. Tapi ketika saya tanya soal itu si petugas justru berkata gak usah. Setelah semua urusan selesai, saya kemudian pulang dengan puas dan suka cita.

Biaya :
Parkir : Rp 1.000
Total : Rp 1.000

Total biaya pengurusan paspor ini adalah Rp 270.000  dengan waktu pengurusan kira-kira seminggu (15-23 Januari 2013). Jauh lebih murah daripada melalui calo yang katanya bisa sekitar Rp 700.000 sampai dengan Rp 1.000.000 dengan iming-iming waktu pengurusan yang lebih cepat. Saran saya sih sebaiknya kita mengurus paspor ini sendiri saja, terutama lewat jalur online yang menurut saya cukup nyaman dan gak membuat repot. Untuk kualitas pelayanan di Kanim Depok menurut saya cukup baik kok dan petugasnya ramah-ramah. Secara umum sangat memuaskan bagi saya.

Nah, selanjutnya tinggal menunggu waktu penggunaan paspor ini. Semoga ke depan semakin terbuka banyak kesempatan bagi saya untuk menggunakan buku sakti ini. Hehehe. 

5 comments:

  1. Terima kasih untuk sharing pengalamannya...

    Enakan online la yaw

    hidup Depok!!!

    BalasHapus
  2. ™ gan saya mau tanya nih, kok begitu saya buka alamat online kantor imigrasi depok dan imigrasi pusat beda link nya yah, tp isi nya sama..?
    yang benar yg mana yah..

    ini alamat linknya pendaftaran online nya klo saya buka melalui website imigrasi depok : http://depok.imigrasi.go.id/2012/04/22/permohonan-paspor-online/

    dan ini link pendaftaran online via imigrasi.go.id : http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp

    mohon petunjuk..

    lalu jika sudah saya lakukan pendaftaran online bagaimana langkah selanjutnya
    apakah harus di print hasil pendaftaran online nya dan apa saja yg harus di print..

    setelah itu, datang ke kantor imigrasi nya ke bagian apa atau ambil nomor seperti yg di bilang di atas..?

    tolong di jelas kan rincian nya kk...? terimakasih sebelum nya..

    BalasHapus
  3. Ulasan ini bermanfaat banget buat saya. Langkah-2 yg diulas sama persis dengan yang saya alami saat saya membuat passpor 2 hari lalu.Ternyata tanpa menggunakan jasa calo pengurusan passpor pun sangat mudah dan cepat. 2 Hari saya mengurus sendiri rata-2 hanya membutuhkan waktu 1-2 jam saja, dengan catatan datang lebih awal (jam 7 sdh dilokasi).. Salam.

    BalasHapus
  4. wah klo saya beda nasib nih, udah 2 hari saya online terus maslah di upload dokumen lemot banget

    BalasHapus
  5. jangan pake firefox,...

    BalasHapus

Copyright © / CATATAN RAHA

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger

Diberdayakan oleh Blogger.